Berburu dengan Waktu Sampai Lupa Makan

Ibnu Suhnun memiliki seorang budak wanita yang bernama Ummu Mudam. Suatu hari, ia bertandang ke rumahnya. Saat itu beliau sibuk menulis buku di malam hari. Datanglah santap malam. Budak itu meminta izin masuk kamarnya. “Saya sedang sibuk,” Ujar Muhammad. Karena terlalu lama menunggu, maka sang budak menyuapkan makanan itu ke mulut beliau sampai beliau mengunyahnya. Hal itu berlangsung lama, dan beliau tetap dalam kondisi demikian, hingga datang waktu shalat Subuh.

“Maaf, aku sangat sibuk, sehingga melupakanmu tadi malam, wahai Ummu Mudam! Tolong berikan makanan yang engkau  tawarkan tadi malam!”

“Tuanku, demi Allah, aku sudah menyuapkannya ke mulutmu,” ujar budak itu heran.

“Lho, kok aku tidak merasakannya?,” tanya Muhammad lebih heran lagi.

Sumber:

Sungguh Mengagumkan Manajemen Waktu Para Ulama karya Syaikh Abdul Fattah

LAUT KAYA MAGNESIUM

Air laut adalah air murni yang didalamnya larut berbagai zat padat dan gas. Zat terlarut meliputi garam-garam organik yang berasal dari organisme hidup, dan gas-gas terlarut fraksi terbesar dari bahan terlarut terdiri dari garam-garam anorganik yang berwujud ion-ion. Enam ion anorganik membentuk 99,28% berat dari bahan anorganik padat. Ion-ion ini adalah klor, natrium, belerang (sebagai sulfat), magnesium, kalsium, dan kalium. Lima ion berikutnya menambah 0.71% berat, hingga sebelas ion bersama-sama membentuk 99,99 % berat zat terlarut.
Diantara sisa (0,01%), dari zat-zat yang terlarut dalam air laut, terdapat beberapa garam anorganik yang sangat penting artinya bagi binatang-binatang laut. Termasuk ke dalamnya adalah nutrien, yaitu fosfat dan nitrat, yang dibutuhkan tumbuh-tumbuhan untuk sintesis zat organik dalam fotosintesis, dan silikon dioksida yang diperlukan diatom dan radiolaria untuk membentuk cangkangnya.

Air laut terdiri dari 3,5% garam. Di dalam 3,5%wt garam terdiri dari :

a. Senyawa Klorida 55%wt
b. Senyawa sulfat 7,7%wt
c. Sodium 30,6%wt
d. Calcium 1,2%wt
e. Potassium 1,1%wt
f. Magnesium 3,7 %wt
g. Lain-lain 0,7%wt

Rasa asin air laut itu kurang lebih sama dengan rasa asin segelas air yang telah kita tambah satu sendok makan garam. Kira-kira, air laut mengandung garam dengan perbandingan semacam itu. Ilmuwan memperkirakan jumlah garam yang terkandung di dalam air laut itu sebanyak 50 juta milyar ton. Kalau dibayangkan, garam sebanyak ini jika di gelar di seluruh permukaan bumi akan setinggi bangunan 45 lantai (sekitar 166 meter). Sesungguhnya laut merupakan larutan dari berbagai unsure termasuk berbagai macam garam mineral, misalnya: Calcium, Magnesium, Sodium, Potasium, Bikarbonat, Chlorida, Sulfat, dan Bromida. Secara rerata, air laut mengandung garam sebanyak 3,5%. Artinya, setiap 1000 kilogram air laut mengandung 35 kilogram garam. Kandungan garam yang tertinggi lautan ada di daerah 20 derajat Lintang Utara dan di daerah 20 derajat Lintang Selatan (3,6% permil). Kandungan garam terendah (3,1%) berada di daerah khatulistiwa.

Air sangat banyak menghasilkan magnesium, tetapi kandungannya berubah-ubah mengikut bekalan air. Air laut mengandungi lebih banyak magnesium berbanding dengan air biasa.

Pemisahan magnesium dari air laut

Brine atau larutan garam tua adalah sebutan bagi air laut yang telah dipekatkan, bisa diproduksi di lahan-lahan penggaraman rakyat atau PT Garam. Larutan “brine” merupakan air laut pekat sebelum dikristalkan menjadi garam, natrium klorida (NaCl). Jika air laut dikatakan mempunyai kandungan NaCl sebesar 2,5-3,5° Be, maka “brine” mempunyai kandungan NaCl yang jauh lebih besar yaitu hingga 25-28 ° Be.

Seperti diketahui, air laut selain mengandung unsur utama yaitu natrium (Na) dan klorida (Cl) juga unsur-unsur reniklainnya seperti sulfat (SO²), magnesium (Mg²), dan kalsium (Ca²), serta sejumlah unsur renik seperti fluorida, iodida, dan iodat. Komposisi air laut pada salinitas 35%° (permil).

Dengan proses penguapan sekaligus proses pemekatan dan pemurnian, bisa diduga “brine” akan mempunyai kandungan beberapa unsur renik yang besar. Sehingga dengan proses kimia tertentu dapat dijadikan sebagai sumber bahan baku produk kimia lain.

Sari air laut adalah air laut tua atau yang berada di lapisan teratas-kira-kira setebal 10 cm-dalam pembuatan garam. Sementara lapisan bawah bakal menjadi garam. Supaya menjadi sari air laut, air tua itu diproses dengan otoklaf kristalisasi. Biasanya air tua terbuang dalam proses pembuatan garam. Satu ton produksi garam, membutuhkan 50 m3 air laut. Jumlah air tua yang terbentuk 1,9 m3. Limbah air garam kaya mineral seperti magnesium sulfat, natrium klorida, magnesium klorida, dan kalsium klorida. Kandungan utamanya magnesium, mineral terbanyak keempat dalam tubuh. Jika limbah itu diekstraksi, sarinya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia, terutama untuk kecukupan gizi magnesium.

Tiga senyawa kimia yang potensial untuk dikembangkan dan dirproduksi dari “brine” tersebut adalah Mg(OH), CaCO, dan Ba SO. Ketiga senyawa tersebut banyak digunakan di industri dan menurut data CIC serta Departemen Perindustrian dan Perdagangan, sebagian besar masih harus diimpor.

Magnesium hidroksida umum diproduksi dengan proses pengendapan dari lautan magnesium dan proses pengendapan dari air laut. Senyawa ini banyak digunakan di industri farmasi/obat dalam sediaan obat maag dan obat lainnya, sedangkan di industri kimia banyak digunakan dalam proses pemurnian gula, pengeringan produk makanan, bahan tambahan residu minyak baker.

Manfaat Magnesium:

  • Magnesium membantu menjaga fungsi otot dan syarat yang normal.
  • Magnesium mempertahankan ritme jantung hingga menjadi stabil.
  • Magnesium membantu penguatan tulang.
  • Magnesium dapat menghambat penumbuhan kanker otak
  • magnesium dapat mengobati sakit asma akut.
  • Magnesium berfungsi dalam metabolisme energi dan sintesa protein.
  • Magnesium dapat mengobati migren, gangguan fungsi ginjal dan prostat, memulihkan kesegaran dan stamina tubuh, serta memulihkan gairah seksual.
  • Magnesium berfungsi sebagai zat yang membentuk sel darah merah berupa zat pengikat oksigen dan hemoglobin.
  • Digunakan sebagai pupuk.

Bila Kekurangan Magnesium:

  • Menyebabkan peningkatan kadar adrenalin,menimbulkan perasaan cemas.
  • Menyebabkan penyembulan katup mitral, meningkatkan tingkat perasaan cemas.
  • Kehilangan nafsu makan
  • Depresi
  • Menyebabkan darah tinggi dan osteoporosis
  • Kontraksi otot serta kram
  • Kejang koroner

Sumber:

http://mkf-poenya.blog.friendster.com/my-kampus-site-magnesium/

http://gadang-e-bookformaterialscience.blogspot.com/2007/12/info-kandungan-umum-air-laut.html

http://ms.wikipedia.org/wiki/Kategori:Unsur_kimia

http://organisasi.org/macam_dan_jenis_garam_mineral_yang_dibutuhkan_tubuh_manusia_biologi

http://rubrik/one_news_print.as

http://www2.kompas.com/kcm/

http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=970

http://www.kapanlagi.com/

http://www.padusi.com/ani/profile/?id=akauts

http://www.surya.co.id/web

http://www.trubus-online.co.id/

Jurnal Circulation

The Complete Idiot’s Guide to Vitamin and Minerals

KUBUS BERPUSAT BADAN

Beberapa logam , seperti logam alkali, mengkristal dalam kisi kubus berpusat badan, yang mengandung bola yang terletak di pusat kubus dan di sudut-sudut kubus sel satuan sebagaimana diperlihatkan di Gambar 8.6. Cara penyusunan ini disebut dengan kisi kubus berusat badan.

Latihan 8.2 Susunan kristal logam

Dengan bantuan gambar 8.6, jawablah: (1) tentukan bilangan koordinasi atom logam di pusat sel satuan (2) berapa bagian bola bola yang terletak di sudut sel satuan (3) tentukan bilangan koordinasi atom logam di sudut .

Jawab.

(1) 8. Bola di pusat dikelilingi delapan bola lain, satu setiap sudut kubus. (2) 1/8. Ada delapan bola (3) 8. Setiap bola di setiap sudut sel satuan hanya bersentuhan dengan delapan bola di pusat sel satuan yang mengelilinginya.

Karena bilangan koordinasinya 8, susunan kubus berpusat badan bukan susunan terjejal.

sumber : http://www.chem-is-try.org

Kimia dalam Kolam Renang

Di Amerika Utara, biasanya untuk menghancurkan mikroorganisme dalam kolam renang dipakai diklorin atau senyawanya seperti kalsium hipoklorit. Kenyataanya, disinfektan yang paling potensial yaitu asam hipoklorit. Spesies ini terbentuk apabila diklorin bereaksi denga  air sebagai berikut:

Cl2 (aq) + H2O (l) à H3O+ (aq) + Cl (aq) + HClO (aq)

Natrium karbonat (soda abu) ditambahkan untuk menetralkan ion hidronium menurut reaksi :

CO32- (aq) + H3O+ (aq) à HCO3 (aq)

Akibat keseimbangan reaksi diklorin dengan  air bergeser ke arah kanan, dan oleh karena itu menghasilkan lebih banyak asam hipoklorit. Apabila dipakai kalsium hipoklorit, maka hidrolisis ion hipoklorit akan mnghasilkan asam hipoklorit menurut persamaan reaksi:

ClO (aq) + H2O (l) à HClO (aq) + OH (aq)

Karena air menjadi bersifat basa, asam perlu ditambahkan untuk menurunkan harga pH.

Adalah sangat penting unutk menjaga konsentrasi asam hipoklorit pada tingkat yang tetap cukup untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme yang lain; sayangnya asam hipoklorit terurai oleh cahaya pada temperatur tinggi menurut persamaan reaksi:

2HClO (aq) à 2HCl (aq) + O2 (g)

Rasa pedih pada mata yang ditimbulkan oleh air kolam renang, sesungguhnya bukan berasal dari terlalu benyaknya pemebrian diklorin, melainkan karena hadirnya senyawa-senyawa kloramin seperti NH2Cl. Senyawa yang memedihkan ini terbentuk melalui reaksi asam hipoklorit dengan senyawa turunan amonia seperti urea yang berasal dari urin si pemakai kolam, menurut persamaan reaksi:

NH3 (aq) + HClO (aq) à NH2Cl (aq) + H2O (l)

Untuk menghilangkannya, diklorin perlu ditambhakan lagi, suatu proses yang dikenal sebagai superklorinasi. Diklorin tambahan ini akan bereaksi dengan kloramin dan menguraikan menjadi asam hidroklorida dan dinitrogen menurut persamaan reaksi:

2NH2Cl (aq) + Cl2 (aq) à N2 (g) + 4 HCl (aq)

Sang kromiun yang tak mudah berkarat

Pada tahun 1797, L.N. Vauquelin dari Perancis menemukan oksida unsur baru dalam suatu mineral dari Siberia yaitu krokol (crocoite) yang kemudian dikenal sebagai PbCrO4. satu tahun kemudian unsur logam baru ini diisolasi melalui reduksi dengan batubara dan charcola, diberi nama dengan Yunani kroma (chroma) yang artinya warna, karena banyaknya macam warna dalam senyawanya.

Kromium merupakan logam masif, berwarna outih perak, dan lembek jika murni dengan titik leleh kira-kira 1900 oC dan titik didih kira-kira 2690 oC. Logam ini sangat tahan terhadap korosi, karena reaksi dengan udara mengasilkan lapisan Cr2O3 yang bersifat non-pori sehingga mampu melindungi logam yang terlapisi dari reaksi lebih lanjut. Dengan sifat logam yang tahan korosi, manfaat utama kromium yaitu sebagai pelapis logam atau baja. Selain itu, lapisan kromium juga menghasilkan warna yang emngkilat sehingga memberikan manfaat tambahan yaitu sebagai fungsi dekoratif.

Pada lapisan kromium malalui proses elektro chromium plating dapat dipakai Cr2O3 yang dilarutkan dalam H2SO4 sebagai elektrolit. Ion Cr3+ akan tereduksi menjadi logam kromium yang melapisi logam lain yang dipasang sebagai katoda. Jika logam langsung dilapisi dengan kromium, biasanya lapisan hasil ini  mudah retak-retak. Untuk memperoleh lapisan yang baik, kuat tidak reta-retak, logam yang akan dilapisi dengan kromium, sebelumnya dilapisi dulu dengan tembaga dan nikel.

Manfaat kromium  dalam bentuk senyawanya juga cukup banyak. Kromium dioksida CrO2, yang berwarna coklat gelap, bersifat konduktor listrik yang tinggi dan bersifat magnetik, banyak digunakan sebagai bahan pita rekaman. Oksida Cr2O3 dan kromat PbCrO4, dapat dipakai sebagai bahan pewarna cat, dan gelas. Dikromat, Na2Cr2O7, dipakai sebagai oksidan dalam industri kimia. Dalam proses penyamakan, kulit yang akan disamak dibasahi dengan larutan dikromat, kemudian direduksi dengan gas SO2 hingga diperoleh kromi sulfat basa, Cr(OH)SO4. Kolagen, yaitu jenis protein utama dalam kulit, akan bereaksi membentuk senyawa kompleks kromi, dan senyawa ini mengakibatkan kulit menjadi bersifat liat, lentur, tahan terhadap kerusakan biologis.

Sejarah Kobalt, Rodium, dan Iridium

Logam kobalt


Logam kobalt baru mulai digunakan pada abad 20, namun bijih kobalt sesungguhnya telah digunakan ribuan tahun sebelumnya sebagai pewarna biru pada gelas maupun berbagai perkakas dapur. Sumber warna biru pada kobalt dikenali pertama kali oleh G. Brandt (ahli kimia Swedia) pada tahun 1735 yang mengisolasi logam tak murni yang  diberi nama cobalt rex. Pada tahun 1780, T.O. Bergman menunjukan bahwa cobalt rex adalah unsur baru yang kemudian diberi nama turunan dari kata kohold (bahasa Jerman) yanh artinya globin atau roh hantu

Rodim dan iridium

Pada tahun 1803 radium dan iridium ditemukan dalam residu-hitam yang tertinggal ketika bijih platina kasar dilarutkan dalam air raja. W.H. Wollaston menemukan rodium dan memberi nama dari turunan kata Yunani podov (rodon) yang artinya mawar (rose) oleh karena warna mawar merah / pink garamnya yang umumnya dihasilkan dalam larutan air. S. Tenant menemukan iridium bersamaan dengan osmium dan memberi nama dari nama dewi Yunani Iris yang memiliki tanda pelangi, oleh karena berbagai warna senyawanya.

Ketiga logam bersifat mengkilat keperakan dan sedikit kebituan bagi kobalt. Kobalt lebih lunak daripada rodium dan iridium tetepi masih cukup lebih keras daripada besi.

Tembaga, Perak, dan Emas = Logam Mata Uang ????

Tembaga, perak, dan emas sering disebut logam “mata uang” karena menurut sejarahnya, ketiganya merupakan bahan utama unutk pembuatan mata uang logam. Empat alasan utama yaitu logam ini terdapat langsung sebagai logamnya, bersifat fapat ditempa sehingga mudah dibentuk sesuai desain yang dikehendaki, bersifat tidak reaktif secara kimiawi, dan menjadi sangat berharga khususnyakarena kelimpahan yang sangat jarang unutk perak dan emas. Kelimpahan ketiga unsur ini dalam kearak bumi, Cu ~ 68 ppm, Ag ~ 0,08 ppm, dan Au ~ 0,004 ppm. Tembaga terdapat terutama sebagai sulfida, oksida atau karbonat, seperti bijih tembaga pirit, kalkopirit (chalcopyrite) yaitu tembaga (I) besi (III) sulfida, CuFeS2, tembaga glance kalkosit (chalcopyrite), Cu2S, kuprit (cuprite), Cu2O, dan malasit (malachite), Cu2CO3(OH)2. mineral yang lebih jarang yaitu turkuis (turquoise) batu permata biru, CuAl6(PO4)4(OH)8.4H2O. perak terdapat banyak sebagai bijih sulfida, dan yang paling penting adalah perak glance (argentit), Ag2S; tanduk perak (horn silver), AgCl, yang diduga berasal dari reduksi bijih sulfida oleh air garam, banyak ditemui di Chile dan New South Wales. Emas umumnya terdapat sebagai telurida, terasosiasi dengan kwarsa atau pirit.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.